Jumat, 04 Mei 2012

Massa Ormas di Solo Ngamuk, Aparat Tak Berdaya
Massa ormas bergerak menuju Jalan RE Martadinata, Solo, sebelum terlibat bentrok dengan warga, Jumat (4/5/2012) siang tadi. 
SOLO — Aparat kepolisian di Kota Solo kembali disibukkan dengan aksi tawuran antara warga dan organisasi massa.
Pada Jumat (4/5/2012) siang tadi, ratusan anggota ormas kembali melakukan penyisiran di Kampung Gandekan, Jebres, Kota Solo.
Dengan jumlah yang lebih banyak dari hari kemarin, sebagian besar orang membawa pedang, pentungan, serta ketapel. Massa menyisir Jalan RE Martadinata menuju ke arah barat.
Dengan mengenakan pita warna putih di lengan, massa pun terlibat bentrok dengan warga yang berada di gang kampung.
Aksi massa yang menghunus pedang membuat ratusan anggota kepolisian yang berjaga dibuat tidak berdaya.
Bahkan, tawuran berujung jatuhnya dua korban luka bacok, Haris dan Ngatiman. Naas bagi Ngatiman, saat akan menutup bengkel tambal bannya, massa keburu datang dan menganiayanya dengan senjata tajam.
Aparat bersenjata lengkap tampak tidak berdaya menghentikan aksi penyisiran (sweeping) tersebut.
Beberapa warga, terutama para pedagang, yang berada di sepanjang Jalan RE Martadinata mengeluhkan aksi penyisiran yang berlarut-larut tanpa ada tindakan berarti dari aparat.
Seorang pemilik toko kelontong, yang enggan menyebutkan namanya, harus tutup lebih awal selama dua hari karena aksi tawuran.
"Ya, Mas, kami khawatir kalau terjadi apa-apa, makanya kami inisiatif sendiri menutup toko lebih awal," katanya.
Sementara itu, hingga saat ini Kapolresta Solo Komisaris Besar Asdjim'ain hingga saat ini belum memberikan keterangan apa pun kepada media perihal kondisi Kota Solo terkait dengan aksi tawuran tersebut.

Kamis, 03 Mei 2012

Perempuan Tanpa Identitas Tewas di Hotel
 ILUSTRASI
SEMARANG — Seorang perempuan tanpa identitas ditemukan tewas di Hotel Aman, Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (2/5/2012). Polisi akan melakukan tes DNA korban dengan pihak yang diduga keluarga untuk memastikan identitas korban.
Petugas hotel menemukan mayat korban yang berada di kamar nomor 21 itu sekitar pukul 20.00 WIB. Usia perempuan itu diperkirakan sekitar 35 tahun.
Kasat Reskrim Polres Semarang Ajun Komisaris Agus Puryadi, Kamis (3/5/2012), menjelaskan, korban diduga dibekap oleh pelaku pembunuhan. Ketika ditemukan, bibir korban pecah, darah keluar dari mulut, dan lidah tergigit.
"Awalnya kami menduga korban dicekik, tetapi ternyata tidak. Kemungkinan korban dibekap," kata Agus.
Saat ini polisi fokus untuk mencari identitas korban. Orang yang melapor kehilangan keluarganya, setelah dikonfirmasi, tidak membenarkan bahwa perempuan itu adalah anggota keluarganya. Karena itu, polisi akan melakukan tes DNA dengan keluarga tersebut untuk mendapat kepastian.
"Kami belum sampai pada pencarian pelaku. Yang penting identitas korban jelas dulu," kata Agus.

Selasa, 01 Mei 2012

Gempa 5,0 SR Landa Ujung Kulon
"Gempa Mag:5.0 SR,30-Apr-12 23:56:43 WIB,13 Km,(182 km BaratDaya PANDEGLANG-BANTEN)".


HEADLINE NEWS — Gempa bumi mengguncang Ujung Kulon, Jawa Barat, pada Senin (30/4/2012) pada pukul 23.56 WIB.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berkekuatan 5,0 SR dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Gempa dengan kedalaman 13 km tersebut berpusat di 182 km barat daya Pandeglang, Banten, atau 274 km barat daya Jakarta.

Informasi dirilis BMKG di akun Twitter-nya, dengan pesan sebagai berikut, "Gempa Mag:5.0 SR,30-Apr-12 23:56:43 WIB,13 Km,(182 km BaratDaya PANDEGLANG-BANTEN)".

Senin, 30 April 2012

Petani Diimbau Waspada Kekeringan
ILUSTRASI


DEMAK - Akhir April 2012, para petani di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, diimbau untuk mewaspadai gejala kekeringan seiring berkurangnya curah hujan. Gejala kekeringan itu muncul di saat tanaman padi memasuki masa penyuburan bulir padi di usia tanaman 45 hari sampai 50 hari.

Pengurus Kelompok Tani Makmur di Kecamatan Karangtengah, Demak, Puryadi, Senin (30/4/2012) mengemukakan, kesulitan petani mulai terasa seminggu terakhir ini. Hujan sudah mulai jarang, sedangkan debit air di Sungai Karangtowo, Demak juga berkurang.

"Kalau petani tidak hemat air, khawatirnya tanaman padi tidak tumbuh maksimal bisa gagal panen," kata Puryadi.

Untuk memaksimalkan pengairan di lahan sawah, petani bergotong royong menggunakan mesim pompa penyedot air untuk mengenangi sawah. Untuk menggenangi sawah seluas lebih 180 hektar, dibutuhkan lama operasi mesin penyedot air lebih 10 jam setiap hari. Biaya operasional untuk setiap mesin penyedot air minimal Rp 500.000 per hari.

Jarwanto, petani di Demak menyebutkan, pihaknya sudah mengeluarkan biaya sekitar Rp 15 juta untuk keperluan sewa lahan sawah seluas 2,4 hektar, pembelian benih, sewa trantok untuk mengolah lahan, biaya pemupukan serta upah para buruh tani.

"Kalau padi gagal panen, saya akan mengalami kerugian besar hanya karena sawah kekurangan air irigasi," ujarnya.

Minggu, 29 April 2012

Bus Pengangkut Mahasiswa UGM Terperosok ke Jurang
Ilustrasi bus terperosok 

GUNUNG KIDUL — Bus Puskopkar jalur 15 bernomor polisi AB 7426 AS yang mengangkut 27 mahasiswa UGM Fakultas Geologi terperosok ke dalam jurang sedalam empat meter, di Dusun Jentir, Sambirejo, Ngawen, Sabtu (28/4/2012).

Informasi yang dihimpun  menunjukkan bahwa kejadian tersebut bermula ketika dua bus rombongan mahasiswa UGM berjalan beriringan melewati jalur Ngawen-Wonosari. Rencananya, bus tersebut akan kembali ke Yogyakarta seusai melakukan penelitian di wilayah Gunung Kidul, sekitar pukul 17.30.

Namun, saat melewati turunan di daerah Jentir, Sambirejo, Ngawen, bus rombongan bernopol AB 2518 CA yang dikendalikan Suprapto (50) diduga mengalami rem blong. Karena kehilangan kendali, bus tersebut menabrak bus bernopol AB 7426 AS yang dikemudikan Rakimin (37) warga Berbah, Sleman, hingga oleng dan terperosok ke dalam jurang.

Beruntung bus yang terperosok ke dalam jurang terhalang tiang listrik sehingga tidak sampai ke dasar jurang yang curam.

Sabtu, 28 April 2012

Seorang Ibu Tega Siksa Anak Kandung
ILUSTRASI


KARAWANG — Seorang ibu di Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyiksa Keisa Cecilia Adiwinata (8), anak kandungnya sendiri, setelah dicurigai mencuri uang sebesar Rp 60.000.

Penyiksaan terhadap Keisa tersebut diketahui setelah siswi kelas dua SDN Lemahmulya II itu ditanyai seorang gurunya, menyusul luka di tubuh Keisa. Beberapa bagian mengalami lebam, terutama pada wajahnya. Keisa ditanyai sang guru pada Rabu (25/4/2012) lalu. "Awalnya kami curiga karena banyak luka lebam di wajah Keisa. Kami tanya dan jawabannya habis dipukul sama mama," kata Emih Maryati, seorang guru Keisa, di Karawang, Sabtu (28/4/2012).

Melihat kondisi anak didiknya, Emih langsung melapor peristiwa itu ke kantor desa setempat. Ia menilai peristiwa yang dialami anak didiknya itu tidak wajar. "Walaupun yang melakukan tindakan kekerasan itu ibu kandung sendiri, tetapi kami laporkan ke desa setempat karena khawatir dengan keselamatan anak didik," katanya.

Selanjutnya, para guru SDN Lemahmulya II, kepala desa, Komite Sekolah, dan kepala sekolah langsung mendatangi rumah orangtua korban yang berlokasi di Dusun Karang Mulya Dua, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Karawang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, ibu kandung Keisa, Wiwin, mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dengan membuat surat pernyataan.

Namun, setelah berjanji tidak mengulangi aksi kekerasannya, ibu kandung Keisa itu ternyata kembali melakukan tindakan kekerasan terhadap anaknya. Karena curiga, para guru langsung mendatangi rumah korban pada Jumat (27/4/2012).  Hasilnya, Keisa kembali mendapatkan perlakuan keras dari ibu kandungnya. Hal itu terlihat dari luka lebam yang semakin bertambah pada wajah Keisa.

Warga setempat yang mengetahui aksi kekerasan terhadap Keisa kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Majalaya.
Gudang Pengolahan Limbah Plastik Ludes Terbakar
Gudang pengolahan plastik dan kertas yang ludes terbakar di Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (28/4/2012).

MALANG - Gudang pengolahan limbah plastik dan kertas yang berlokasi di Jalan Tumbal Negera Utara, Kecamatan Sawojajar, Kota Malang, Jawa Timur, ludes terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Si jago merah melahap seluruh bangunan gudang yang terbuat dari kayu tersebut. Seluruh isinya pun tak tersisa, rata dengan tanah.

Tak hanya itu, satu unit sepeda motor serta mesin pencacah kertas juga hangus tinggal rangka. Kebakaran gudang milik Imam Sahudi (48) itu, terjadi pada pukul 14.00 WIB, Sabtu (28/4/2012). Berdasarkan pengakuan Imam Sahudi, kebakaran itu terjadi menyusul salah satu karyawannya yang menyalakan kompor elpiji 3 kilogram. "Saat itu mau memanaskan mesin pencacah limbah," katanya.

Saat api kompor menyala, api langsung membesar dan menyambar kertas yang ada di dekatnya kompor. "Saat kertas terbakar, merembet ke kertas lainnya yang ada di ruang itu," kata Imam yang ditemui di lokasi kejadian.

Lebih lanjut Imam mengatakan, api yang menyambar kertas tak bisa dikendalikan. Sebab, semua barang yang ada di dalam gudang didominasi benda yang mudah terbakar. "Isinya plastik dan kertas. Jadi sulit untuk dipadamkan," katanya.

Dalam hitungan menit, si jago merah meratakan gudang bersama isinya. Beruntung kebakaran tersebut hanya sedikit merembet ke dua bangunan di sebelahnya. "Untungnya api tidak sampai membakar bangunan disebelahnya. Hanya beberapa kaca dan bagian belakang bangunan yang ada di sebelahnya yang terbakar," ujarnya.

Tak lama setelah terbakar, sebanyak empat unit mobil pemadam kebakaran Pemkot Malang, mendatangi lokasi kebakaran. Tak butuh waktu lama, empat unit pemadan kebakaran langsung bisa memadamkan api. "Kalau ditaksir, kerugiannya mencapai ratusan juta rupiah. Ya mau gimana lagi. Semoga tak terjadi lagi ada cepat ada gantinya," harap Imam.